Showing posts with label SCIENCE. Show all posts
Showing posts with label SCIENCE. Show all posts

16 May 2012

Gerhana Matahari Pertama 2012

         

                                                

Gerhana matahari adalah fenomena alam yang lumrah terjadi. Nah, pada 2012 ini gerhana matahari pertama akan terjadi pada 20 Mei. Gerhana matahari cincin, namanya. Namun untuk wilayah Indonesia bukan penampakan seperti cincin yang terlihat melainkan gerhana matahari sebagian.

"Pada 20 Mei akan terjadi gerhana matahari cincin. Tapi melintasinya di wilayah Pasifik seperti China, Taiwan, Jepang, sampai melintasi Lautan Pasifik dan berakhir di AS saat terbenam. Kalau di Indonesia hanya terlihat sebagai gerhana sebagian, kurang dari 45 persen, dan terlihat saat matahari terbit," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom.

Menurut dia, di wilayah barat Indonesia, fenomena ini tidak akan terlihat. Wilayah Indonesia yang diperkirakan bisa melihat fenomena ini antara lain adalah Manado. Puncak gerhana terjadi pada saat matahari terbit, namun hanya 3 persen saja piring matahari yang tertutup oleh Bulan. Gerhana berakhir pukul 06.38 Wita.

"Kalau di Ambon gerhananya hanya 16 persen. Bisa diamati saat matahari terbit. 16 Persen bagian matahari tertutup bulan, dan berakhirnya sekitar pukul 07.22 WIT," sambung Djamaluddin.

Sedangkan di Manokwari, ketika matahari terbit mulai terjadi gerhana, yakni mulai pukul 06.07 WIT sampai dengan pukul 07.26 WIT. Namun gerhana matahari yang terjadi hanya 17 persen. Di daerah Jayapura gerhananya hanya 4 persen, dimulai pukul 06.23 WIT dan berakhir pada 07.08 WIT.

"Di Indonesia terlihatnya memang gerhana matahari sebagian, meski sebenarnya yang terjadi adalah gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin juga terjadi karena piringan matahari terhalang piringan Bulan sehingga terlihat seperti cincin," terang alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.

Tidak ada efek apa pun terkait terjadinya fenomena ini. Untuk diketahui, dalam waktu satu tahun, di Bumi terjadi 5-7 gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana Bulan.

Courtesy of Detik.com
Read More..

29 April 2012

Astronom Temukan Planet Berpotensi Dihuni Manusia


Milky Way.
Milky Way. (sumber: NASA)
Sinarnya cukup hangat untuk membuat air mengalir dan temperaturnya cukup hangat.

Sekelompok astronom menganggap, planet yang baru terlihat ini berada di zona yang bisa dihuni. Tak terlalu dekat mataharinya, tidak pula terlalu jauh.

Penemuan ini bisa membantu menjawab pertanyaan bertahun-tahun mengenai apakah manusia benar-benar satu-satunya mahluk hidup di jagat raya ini.

Para peneliti menemukan sebuah planet, yang diberi nama Gliese 667Cc, mengorbit di sekitar sebuah bintang kecil berwarna kemerahan, sekitar 22 tahun cahaya dari bumi.

Bintang kecil berwarna kemerahan itu adalah jenis bintang yang paling umum ditemukan di sekitar matahari. Umumnya, bintang-bintang kemerahan ini menjadi tuan rumah bagi planet-planet yang merupakan gas raksasa, yang tidak berisi dari bebatuan.

Data analisis ulang di European Southern Observatory, mengatakan, planet Gliese 667Cc merupakan planet yang solid (padat) dengan massa yang 4,5 kali lebih besar dari bumi.

Peneliti dari University of Gottingen dan University of California mengkalkulasi, paparan sinar dari bintang tempatnya mengorbit 10 persen di bawah total penerimaan sinar matahari pada bumi.

Karena sinar yang didapat planet tersebut berada dalam area infra merah, artinya, planet tersebut menerima jumlah energi yang serupa dengan energi yang diterima bumi dari matahari.

Dengan kata lain, air yang mengalir bisa berupa cairan, dan temperatur lapisan teratas planet tersebut mirip temperatur bumi.

Para astronom menyebut penemuan ini sebagai penting, karena sudah lebih dari 20 tahun belakangan, para peneliti mendebatkan mengenai kemungkinan adanya planet di luar sistem tata surya kita.

Sejak penemuan planet pertama yang berada di luar sistem tata surya kita pada tahun 1995 lalu, para astronom telah mengkonfirmasikan, ada lebih dari 760 planet di luar sistem tata surya kita dan dipercaya, hanya 4 yang bisa dihuni manusia.

Salah satu alat paling sukses dalam pencarian planet adalah teleskop High Accuracy Radial Planetary Searcher (HARPS), yang mengukur kecepatan radial dari sebuah bintang.

Para peneliti mencari keberadaan planet dengan mengukur goyangan pada pergerakan bintang yang terjadi akibat respon gravitasi planet. Cara ini mampu mencari posisi dan ukuran planet secara tidak langsung.

Saat ini, alat tersebut bisa mendeteksi planet-planet yang ukuran massanya 3-5 kali lebih besar dari bumi, tetapi di masa depan, alat ini seharusnya bisa mendeteksi planet-planet yang tak sebesar bumi.

Steven Vogt, astronom asal University of California mengatakan, "Letaknya cukup baik untuk planet tersebut dijadikan tempat tinggal. Tak ada pertanyaan atau diskusi tentang hal itu. Tidak terlalu ke pinggir."
Read More..